Holiday Purwokerto – Dieng – Semarang – Solo (Episode Purwokerto)

Tulisan ini bisa dibilang hanya cerita pengalaman liburan sih, eeeitsss tapi jangan salah, ini bukan liburan biasa loh. Liburan kali ini bukan sekedar main ke pantai, naik gunung, haha hihi gak jelas, have fun dong, dan buang duit percuma. Enggak, enggak pokoknya. Liburan kali ini bener-bener ala backpacker. Serba hemat dan hebat. Hahahah

Okey, perjalanan dimulai pada 10 september 2012 pukul 8.30. Perjalanan kali ini gak dilalui sendirian ataupun rame-rame, hanya dengan seorang teman, Suci Wahyuni. Dia memulai perjalanan dari jam 6, sedangkan saya stay di dekat rumah (Limbangan) karena jalur menuju lokasi melewati rumah saya. Tepat pukul 8.30 bis Jurusan bandung-wonosobo mulai terlihat. Nah dari nama bisnya pun sudah bisa ditebak kan tujuan kita kemana, yap ke Wonosobo tepatnya ke dataran tinggi Dieng.

Perkiraan perjalanan sampai Dieng adalah malam hari sekitar pukul 19.00, untuk meminimalisir kenyasaran (nyasar) serta kita gak tau jalur yg bakal ditempuh seperti apa, maka kita putuskan untuk transit di Purwokerto, di tempat saudara. Untunglah sampai ke Purwokerto pukul 14.00, bisa dibilang relative cepat.

Dari Purwokerto lah dimulai petualangan kita😀 Pukul 14.00 kita sampai di stasiun yang sangaat tertata rapi, sepi, dan bersih. Jauuh sekali dibandingkan dengan Terminal di Bandung. Nah karena ada saudara, akhirnya kita dijemput. Gak perlu naik angkutan umum deeh :p

Setelah sampai, kita disambut dengan udara yang uuuh panaaas. Dan kita disuguhi makanan khas Pwt yaitu getuk goreng, Lanting, dan kripik tempe. Getuk goreng memang sedikit unik dan inilah makanan khasnya purwokerto, terbuat dari getuk yaitu singkong yang dikukus, kemudian ditumbuk dan dicampurkan dengan gula jawa, ini memang seperti getuk biasanya, tapi ini berbeda, dengan tambahan tepung lalu digoreng. Di sunda biasanya getuk hanya ditambah gula jawa dicampul lalu diberi parutan kelapa, dan yang pasti tanpa digoreng. Lanting, sebenarnya bagi orang yang sering bepergian ke daerah Jawa pasti sudah tidak asing dengan lanting, makanan olahan dari singkong yang dibentuk menjadi angka 8, renyah, gurih dan ada juga yang berasa pedas. Untuk kripik tempe pada dasarnya sama dengan kripik tempe dari bandung, hanya ukurannya yg kecil dan warna dai tepungnya yang kaya rempah.

Purwokerto yg saya anggap kota mati sebenarnya tidak benar2 mati, pusat perbelanjaan tersebar dimana2 walau tidak terlalu besar, tempat makan pun bervariasi, dimulai dari makanan pinggir jalan sampai tempat makan branded (Baju kali branded). Gak mau menyianyikan waktu, kita akhirnya jalan-jalan, jam makan sore sudah pas nih, akhirnya kita mencari soto sokaraja. Soto Sokaraja merupakan makanan khas Purwokerto, sepertri soto ada umumnya, makanan ini berbahan dasar ayam yang diberi kuah, taoge muda, bihun, serta rempah2, yang membedakan disini yaitu sotonya diberi ketupat dan remasan kerupuk, kerupuk udang dan kerupuk mie. Dominasi rasanya yaitu manis. Lalu yang paling spesial adalah ditambahkan dengan bumbu kacang yang agak pedas (untuk ukuran lidah saya). Enak sih sebenernya, tapi karena saya terlalu banyak memberi saus kacang, sehingga sotonya sangat pedas, haaaah. Soto sokaraja ini dibandrol dengan harga Rp 10.000 (sudah termasuk es the manis).

Soto Sokaraja

Udara panas kota ini memacu lidah saya untuk mencicipi sesuatu yang segar, tring es duren. Katanya es duren disini terkenal enak dan murah, dan kebetulan pula jaraknya tidak terlalu jauh dari sini. Di salah satu Gor yang dekat dengan Unsoed (Universitas Jendral Soedirman). Dari jalan sudah telihat tulisan “Es Duren Rp 5.000”, langsung dong hasrat kuliner langsung memuncak. Menu yang ditawarkan gak hanya Per-Es-an, ada juga bakmi, nasgor, dll. Karena emang niatnya kesana buat beli duren, langsung saja kita memilih menu Es Duren yang paling maha; disini yaitu “Es Duren Montong Rp 10.000”, murah kan. Di bandung Es duren montong dibandrol dengan harga 25-30 rb per porsi.

Es Duren Purwokerto

Gak lama es Duren pun datang, semangkok es duren yang ditambahkan susu cokelat dan es serut. Es duren disini disajikan tanpa biji, hanya daging durian yang diberi kuah (gula), es serut, dan susu cokelat. Yah bisa dibilang sebanding deh sama harganya😀 tapi rasa durennya itu tetep Maknyooooos :9 (ngileer lagi).

Setelah mulut terasa dingin, kita kembali mencari sesuatu untuk menghangatkan badan, karena waktu sudah semakin larut. Tau Lumpia ?? nah ini, eiit bukan lumpia kayak di Semarang. Lumpia ini ukurannya wow, lebih besar dibandingkan dengan lumpia Semarang. Namanya Lumpia BOM, kenapa dinamakan BOM ?? karena ukurannya yang menyerupai Bom, ckckckck. Karena sudah larut malam kita hanya kebagian Lumpia rasa ayam aja, padahal menu lain yg ditawarkan banyak loh, rasa udang, jagung manis, sosis, dll. Harganya pun relatif murah apabila dibandingkan dengan Lumpia semarang dan ukurannya yg besar. Lumpia tanpa nasi dibandrol dengan harga Rp 7.500 apabila dirasa kurang kenyang bisa ditambah nasi jadi Rp 8.500. Lumpia ini berisi daging ayam yang banyaak banget, jelas lah orang ukurannya juga gede. Disajikan dengan sambel ekstra pedas, soalnya kalo tanpa sambel bisa2 enek karena kebanyakan makan, klo ditambah sambel kan seger-seger pedes gimanaaaa gitu :p

Okeey, destinasi selanjutnya ke Taman Kota Purwokerto, awal mulanya tempat ini merupakan terminal, yang sekarang disulap menjadi Taman Kota dengan nama Andhang Pangrenan. Dengan tiket masuk Rp 2.000/orang, kita bisa berkeliling atau sekedar foto-foto dan nongkrong disini. Layaknya taman kota disini banyak sekali permainan serta tempat makan, mulai dari yg gratis sampai berbayar, hihihi. Ada kincir angin, sepeda, becak mini, istana balon, dan sepeda layang, kisaran harga sewanya Rp 15.000 untuk waktunya lupa ya per jam atau sepuasnya, ahahaha. Untuk yang gretong, ada prosotan, jembatan gantung, sama ayunan. Suasananya relatif sepi sih untuk ukuran taman kota. Kita datang sekitaran pukul 21.00 tempat makannya sudah tutup dan beberapa permainan sudah sepi.

Salah satu permainan di Taman Kota

Andhang Pangrenan – Taman Kota Purwokerto

Naaaah, sampai sini Transit Purwokerto. Pasti mau tau kan perkiraan biaya yang kita keluarkan disini. Okeey, check this out.

Ongkos Bis Bandung – Purwokerto : Rp 50.000 (waktu tempuh 9 Jam)

Soto Sokaraja + Es teh manis : Rp 10.000

Es Duren : Rp 10.000

Lumpia BOM : Rp 7.500

Tiket Taman Kota : Rp 2.000

Parkir Tamkot : Rp 1.000

Ongkos ke terminal : Rp2.500

Total : 83.000,-

Muraaaah kan, ayoo visit Purwokerto😀

 

*Thank a lot for Teh Uwi dan Mbak Yoan :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s