Apakah aku dilahirkan hanya sebagai penolong kakak ku ? -My Sister’s keeper-

My sister’s keeper adalah sebuah film yang bertemakan keluarga. Film yang berdurasi 1 jam 49 menit ini mengangkat kisah mengharukan tentang pengidap kanker dan keluarganya. Tidak seperti kisah klasik lain yang hanya menawarkan kesedihan dan cucuran air mata serta alur cerita yang mudah ditebak. Film ini menawarkan banyak pesan dan tentunya alur cerita yang tak terduga. Mari sekilas menceritakan film nya.

My Sister's Keeper (by Google)

My Sister’s Keeper (by Google)

Sara (Cameron Diaz) dan Brian Fitzgerald (Jason Patric) adalah sepasang suami istri yang berbahagia, dikarunia dua orang anak Jess Fitzgerald (Evan Ellingson) dan Kate Fitzgerald (Sofia Vassilieva). Saat berusia 5 tahun kate mengidap leukemia, saat itu diperlukan donor sumsum tulang belakang. Tetapi sayang, orang tua bahkan kakak kate tidak memiliki kecocokan dengan sumsum tulang belakang kate. Dokter merekomendasikan agar mereka (orang tua kate) merencakan untuk memiliki anak lagi, tentunya anak yang memiliki kemiripan kromosom dengan Kate, yaitu dengan program bayi tabung. Dari sinilah cerita itu dimulai.

Anna Fitzgerald (Abigail Breslin) anak ketiga dari Sara dan Brian, anak hasil program bayi tabung. Program mereka berhasil, Anna memiliki kromosom yang mirip dengan Kate. Semenjak dia lahir sampai umur 11 tahun dia sudah mendonorkan semuanya untuk menunjang hidup kate. Dari mulai darah dari tali pusar sampai sumsum tulang belakang.

Semenjak kate sakit, Sara berhenti dari pekerjaannya sebagai pengacara. Dia fokus untuk mengurus Kate, seluruh hidupnya hanya untuk Kate, mengurus kate dan menjamin bahwa anaknya baik-baik saja. Ditemani oleh saudaranya, Bibi Kelly (Heather Walhlquist).

Selama ini kehidupan mereka berjalan mulus dan membahagiakan walaupun dengan menyimpan duka Kate. Sampai kondisi kate semakin memburuk, ginjalnya sudah tidak berfungsi dan dia membutuhkan donor ginjal. Anna satu-satunya harapan sebagai pendonor kini mulai berontak, dia menyewa jasa pengacara untuk menuntut orangtuanya atas kepemilikan organ tubuhnya. Dia merasa selama ini orangtuanya memanfaatkan organ tubuhnya untuk kesembuhan kakaknya (Kate). Konflik dalam keluarga mulai bermunculan. Mengutamakan semuanya untuk kate atau menoleh sedikit untuk kebahagiaan Anna.

Mungkin semuanya melihat Anna sebagai sosok egois, tidak mempedulikan kakaknya, tapi itu salah (gak akan diceritain biar penasaran :p ). Anna didampingi pengacaranya Campbell Alexander (Alex Baldwin) menuntun Sara Fitzgerald yang merupakan ibunya sendiri. Akhirnya kasus ini pun diangkat ke meja hijau. Semuanya terungkap disini, bagaimana rahasia antara Kate, Jess, dan Anna. Kasus ini pun dimenangkan oleh Anna, walaupun semuanya telah berubah. Kate tidak bisa diselamatkan tapi dia meninggalkan keluarga yang bisa merelakan dia pergi tanpa melupakannya.

Film ini tidak melulu menyuguhkan kisah yang menguras air mata, tapi juga kisah romansa anak muda. Jatuh cinta, masa-masa bahagia saat pacaran, dan tentunya patah hati. Film ini membuat kita sebagai penonton menebak-nebak alur ceritanya. Walaupun endingnya sudah terbaca tapi semua kisah dan konflik sangat menguras air mata. Bagaimana konflik setiap individu dalam keluarga, konflik ibu dan anak, konflik suami istri.

Sara, dia berjuang habis-habisan untuk mempertahankan hidup Kate, sampai akhirnya dia lupa akan titik akhir sebuah perjuangan, yaitu kerelakan. Dia tidak rela kehilangan kate, dia berani mempertaruhkan semuanya, karir, hidup, pernikahannya, bahkan anna yang merupakan anaknya juga. Sara lupa semuanya, yang ada dalam benaknya Kate bisa bertahan hidup, walaupun itu mustahil. Sara melupakan keinginan kate, bagaimana kate ingin menghabiskan sisa hidupnya bukan hanya di rumah sakit. Bagaimana dia ingin menciptakan momen indah sebelum dia pergi, Sara lupa akan akan hal itu.

Scane yang menarik saat Kate kehilangan percaya diri, minder karena sekarang dia kehilangan mahkotanya, ketakutan akan pandangan semua orang, ketakutan akan kehilangan kecantikannya, dan Sara tanpa disangka dia pun mencukur mahkotanya, agar Kate tidak merasa malu. Mereka berjalan-jalan pastinya dengan sara dan kate berkepala plontos. Perjuangan seorang ibu :’) *ngambil tissue*

Terus terus saat Kate bertemu Jason, pengidap kanker yang tetep ganteng walaupun plontos, mengingatkan rasa-rasa indah ketika jatuh cinta. Bagaimana dia mendapatkan motivasi dan semangat hidup lewat cinta dan jatuhnya Kate saat Jason harus pergi, rasa kehilangan yang membuat patah hati, terpukul, dan menurunkan semangat hidup.

Film recommended, kalo ada angka 1-10, film ini dikasih nilai 8 deh. Pesannya siapin tissue ya saat nonton film ini. Sekian, selamat menonton :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s